Senin, 30 Januari 2017
"Challange ODOPfor30days"
Bismillah..
Gak terasa hari ini adalah hari terakhir Challange #ODOPfor30days di rumah belajar menululis IIP Bogor. apa sih Challange #ODOPfor30days? yaitu tantangan untuk menulis selama 30 hari #onedayonepost. awalnya gak yakin bisa sampe akhir, boleh dikatakan waktu tunjuk tangan sebagai peserta Challange #ODOPfor30day ini agak nekad. kenapa nekad? karena jujur banget melihat kapasitas diri yang masih jauh dari kata bisa. soalnya suka baper lihat tulisan-tulisan teman-teman yang lain yang luar biasa banget kadang bikin baper jadinya.
cuma kembali lagi rumah belajar menullis IIP Bogor itu adalah wadah untuk kita belajar. aku coba lagi bertanya dengan diri ini "apa sih tujuan berada disana?". karena selama ini hanya menjadi SILENT READER. kalo terus-terusan seperti itu rasanya apa gunanya ada disitu tanpa adanya proses pembelajaran, seperti kutipan Ibu Septi Peni Wulandani sebagai founder dari Institute Ibu Profesional.
"Indikator orang yang menuntut ilmu dengan benar adalah terjadi perubahan dalam dirinya menuju ke arah yang lebih baik"
walau setengah gak yakin tapi akhirnya memberanikan diri untuk menjadi peserta Challange #ODOPfor30day. diniatkan sebagai cara praktek yang REAL untuk melatih menulis. diawal-awal ODOP ini pun udah mulai perjuangan yang luar biasa (lebai dikit ah. xixixixi) seperti jaringan internet yang runyam. waaaw rasanya lumayan bikin diri ini heboh. pertanyaan seperti "aduh gimana nih setor ODOP nya?" bla bla bla.
ketika 1st problem solved, ujian dari tantangan #onedayonepost berlanjut. seperti rasa malas, sampai mood yang berantakan yang akhirnya menyebabkan me-rapel setoran-setoran ODOP sekitar minggu yang pertama.
tarik nafaaaas...
tenang...
lalu toyor kepala. (hehehehe)
"heloo, wake up!!! apa-apan sih pake nge-rapel tulisan kaya gitu. sebenernya kamu niat gak sih. ini tuh salah, gak boleh kaya gitu"
dan akhirnya aku pun diomelin oleh kata hatiku sendiri.
oke.. mari kita lanjutkan dan memperbaiki kesalahan. dan diminggu berikutnya pun mencoba memperbaiki kesalahan yang lalu dengan mencoba menjaga mood dengan baik, pasang perisai anti "baper" biar kalo lagi sensitif mood tetap terjaga supaya tetep bisa nulis. juga buang jauh-jauh rasa malas yang selalu menghalangi seseorang yang ingin merubah ke arah yang lebih baik.
akhirnya di minggu kertiga dan diminggu terakhir berusaha istiqomah #onedayonepost
apa sih yang menarik dari Challange #ODOPfor30days ini? adalah tentang rasa. rasa yang lega ketika sudah mendaratkan setoran harian #onedayonepost
walau banyak berjibaku dengan rapelan setoran, namun ketika mendaratkan tulisan kita rasanya seperti lega yang luar biasa, dan rasanya seperti nyandu.
Terima kasih untuk teman-teman di rumah belajar menululis IIP Bogor yang menjadi penyemangatku untuk terus belajar, yang membuatku merasa bahwa aku tak sendiri.
seperti kutipan mba esme selaku ketua kelas kami :
RUMAH INI RUMAH KITA,
RUMAH TANPA HARTA, TAPI KAYA AKAN KATA
RUMAH YANG TAK SEMPURNA, NAMUN SARAT MAKNA
MARI MASUK, DUDUK, DAN BERKARYA
JAKARTA, 31 JANUARI 2017
Apakah aku sanggup hidup sendiri??
Tak terasa 8 tahun berlalu waktu bergulir begitu cepat. Kaysan sudah 8 tahun kini usianya yang aku rawat seorang diri semenjak kepergian suamiku. suamiku meninggalkan kami saat kaysan usia 6 bulan, juga Nurul yang masih 5 tahun dan Maryam yang masih 7 tahun saat itu. saat Tuhan memanggil suami ku 8 tahun lalu, rasanya kiamat menghampiriku. aku merasa hidupku
Bagaimana aku akan melanjutkan hidup tanpa suami, apakah bisa aku membesarkan mereka yang masih sangat kecil, terutama kaysan yang masih bayi. rasanya sungguh tak mudah ditinggal orang yang kita cintai apalagi pasangan hidup. akan seperti apa kelanjutan hidup ini setelah suami tak ada.
8 tahun berlalu hingga detik ini pun masa sulit masih banyak ku tempuh. sudah pasti aku menjadi ibu sekaligus ayah yang mencarikan nafkah untuk biaya menyekolahkan mereka dan biaya hidup kita. semenjak sepeninggal suami ku pergi aku bekerja sebagai guru TK disalah satu sekolah swasta di jakarta. setiap hari sebelum berangkat ketempatku mengajar aku harus mengantarkan Nurul dan Kaysan kesekolahnya, lalu pergi ketempat ku mengajar. sebelum pulang kerumah aku harus menjemput nurul dan kaysan dan membawanya ketempat aku mengajar sampai selesai jam tugasku mengajar lalu kita pulang bersama. karena jarak tempatku mengajar cukup jauh dari rumah, terkadang kita sampai dirumah menjelang magrib tiba. itu harus ku lakukan tiap hari. untunglah Maryam sudah bisa mandiri mengurus dirinya sendiri yang sekarang menetap di pesantren, yang cukup mengurangi bebanku.
terkadang ada rasa lelah akan semua yang kujalani ini, rasanya tak sanggup lagi. namun jika aku berhenti lantas bagaimana dengan biaya pendidikan mereka. rasanya tak mungkin meminnta belas kasihan orang untuk membantu membiayai sekolah mereka, dan rasanya aku tak mau. siapa lagi kalau bukan aku.
*bersambung
Jumat, 27 Januari 2017
Menulis
Bismillah..
Menulis..!!
Apa yang kita fikirkan tentang menulis? ya mungkin salah satunya adalah tentang merangkai kata. atau cara lain untuk mengungkapkan kata yang gak bisa kita utarakan lewat bibir.
Mencoba belajar konsisten untuk menulis semenjak ikut program real di Rumbel menulis IIP bogor yang tadinya hanya seorang silent reader disana. dimana rasanya seperti hantu yang kehadirannya antara ada dan tiada. sampe akhirnya mikir sendiri apa sih tujuan ada disana? belajar? haah.. belajar macam apa yang hobinya cuma "nyimak", terus pelajaran macam apa yang bisa didapat dari cara seperti itu. belajar kalo kebanyak teori juga apa jadinya? so. harus ada praktek nyata.
Pernah sih dulu kefikiran pengen jadi penulis. haaaah. masih jauh ke awang-awang deh itu mah apalagi masih beginner kaya gini a.k.a amatiran.xixixixi :D
Yang penting mah selalu berusaha diasah terus aja mengingat dapat mengukur baju sendiri, jadi tau banget kapasitas diri yang belum ada apa-apanya. pokoknya KEEP PRACTICE !!!! Yeaaaaaaah.
Masih bahas tentang nulis juga. ada gak yang ngerasain seperti apa yang aku rasain, dimana terkadang tulisan kita mendadak kayanya awesome benget (memuji diri sendiri maksudnya) saat kita lagi baper, lagi sedih, lagi galau. hahahahahaha :D perasaan-perasaan ituterkadang membuat kita kaya motivator dadakan, atau mendadak seperti motivator gadungan. hahahahahahaha :D kayanya serasa jago bikin quote dadakan, padahal aslinya dirinya masih jauh dari kata-kata motivasi itu, belum bisa kasih contoh yang baik, jadi seperti berbanding terbalik banget dengan kepribadian aslinya.
Tapi disisi lain ketika feel nya sedang flat, tulisan kita juga rasanya hambar. bawaannya klo lagi nulis sering banget untuk ngapus, gak pas mulu, bawaannya ragu-ragu aja. atau bahkan malah jadi baper mikir "ah gue emang kaga bakat nulis kali yah" yang ujung-ujungnya bikin celah setan masuk dengan mendatangkan sebuah kemalasan, atau bikin kita berhenti nulis.
Yah sudahlah kira-kira itu secuil catatan seorang amatir dalam menulis. kapan-kapan kita bahas lagi yang lebih menarik lagi.
Selamat beraktivitas.
Menulis..!!
Apa yang kita fikirkan tentang menulis? ya mungkin salah satunya adalah tentang merangkai kata. atau cara lain untuk mengungkapkan kata yang gak bisa kita utarakan lewat bibir.
Mencoba belajar konsisten untuk menulis semenjak ikut program real di Rumbel menulis IIP bogor yang tadinya hanya seorang silent reader disana. dimana rasanya seperti hantu yang kehadirannya antara ada dan tiada. sampe akhirnya mikir sendiri apa sih tujuan ada disana? belajar? haah.. belajar macam apa yang hobinya cuma "nyimak", terus pelajaran macam apa yang bisa didapat dari cara seperti itu. belajar kalo kebanyak teori juga apa jadinya? so. harus ada praktek nyata.
Pernah sih dulu kefikiran pengen jadi penulis. haaaah. masih jauh ke awang-awang deh itu mah apalagi masih beginner kaya gini a.k.a amatiran.xixixixi :D
Yang penting mah selalu berusaha diasah terus aja mengingat dapat mengukur baju sendiri, jadi tau banget kapasitas diri yang belum ada apa-apanya. pokoknya KEEP PRACTICE !!!! Yeaaaaaaah.
Masih bahas tentang nulis juga. ada gak yang ngerasain seperti apa yang aku rasain, dimana terkadang tulisan kita mendadak kayanya awesome benget (memuji diri sendiri maksudnya) saat kita lagi baper, lagi sedih, lagi galau. hahahahahaha :D perasaan-perasaan ituterkadang membuat kita kaya motivator dadakan, atau mendadak seperti motivator gadungan. hahahahahahaha :D kayanya serasa jago bikin quote dadakan, padahal aslinya dirinya masih jauh dari kata-kata motivasi itu, belum bisa kasih contoh yang baik, jadi seperti berbanding terbalik banget dengan kepribadian aslinya.
Tapi disisi lain ketika feel nya sedang flat, tulisan kita juga rasanya hambar. bawaannya klo lagi nulis sering banget untuk ngapus, gak pas mulu, bawaannya ragu-ragu aja. atau bahkan malah jadi baper mikir "ah gue emang kaga bakat nulis kali yah" yang ujung-ujungnya bikin celah setan masuk dengan mendatangkan sebuah kemalasan, atau bikin kita berhenti nulis.
Yah sudahlah kira-kira itu secuil catatan seorang amatir dalam menulis. kapan-kapan kita bahas lagi yang lebih menarik lagi.
Selamat beraktivitas.
NHW-1 "Adab Sebelum Ilmu"
BISMILLAH …
Oleh : Risa Oktaviana
📚NICE HOMEWORK #1📚
ADAB MENUNTUT ILMU
Bunda dan calon bunda peserta matrikulasi Institute Ibu Profesional Batch #3, kini sampailah kita pada tahap menguatkan ilmu yang kita dapatkan kemarin, dalam bentuk tugas.
Tugas ini kita namakan NICE HOMEWORK dan disingkat menjadi NHW.
Dalam materi "ADAB MENUNTUT ILMU" kali ini, NHW nya adalah sbb:
1. Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini.
2.Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut.
3. Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut?
4. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu,perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut.
Menuntut ilmu adalah salah satu cara meningkatkan kemuliaan hidup kita, maka carilah dengan cara-cara yang mulia
Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/
📚NICE HOMEWORK #1📚
ADAB MENUNTUT ILMU
ADAB MENUNTUT ILMU
BISMILLLAH
“Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini dan alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut.”
📝 : dalam universitas kehidupan ini saya ingin menekuni tujuan ilmu dunia dan akhirat. Yang dalam arti ilmu itu bisa mengantarkan saya sampai ke kehidupan setelah ini. Juga jurusan ilmu yang bisa mengantarkan saya pada keberhasilan dalam kehidupan didunia ini sesuai fitrah yang Allah berikan kepada saya.
Berhubung saya sudah terlanjur menikmati challange demi challange di rumbel menulis IIP bogor. Kebetulan di rumbel menulis IIP bogor sedang ada challange “one day one post for 30 days” dimana sebelumnya challangenya membuat cerpen bertema. Jika #odopfor30days selesai. Insya Allah akan mengikuti chalange dari program yang dibuat oleh mentor rumbel menulis IIP bogor. Kenapa? Meskipun saya belum yakin ini adalah passion yang membuat saya merasa “ini gue banget” karna terkadang suka kalah oleh rasa malas. Namun jika rasa malas itu dilawan selesai kita mengerjakan tugas-tugas dari rumbel itu membuatku ketagihan lagi dan lagi untuk mengerjakannya, walau diakui pulang kadang stuck untuk memilih tema, Masih jauh dari pro. Karena dengan menulis juga sebagai terapi emosi. Tidak semua hal bisa kita ungkapkan tapi bisa kita curahkan dalam satu tulisan. Yang mungkin itu membantu saya dalam mengendalikan emosi. Suapaya tetap.jernih dalam kehidupan sehari-hari.
Lalu, mendalami jurusan bahasa inggris yang sudah saya pelajari dulu waktu kursus. Karena setelah lulus SMK saya tidak melanjutkan ke perguruan tinggi dikarenakan biaya. Saya melanjutkan English Courses di salah satu lembaga bahasa inggris dibogor yang sempat terputus karena masalah kesehatan. Maka dari itu saya ingin melanjutkan lagi sampai punya TOEFL score agar ilmunya bisa diaplikasikan kedalam rumah (mengajarkan ke anak-anak).
Dan juga ilmu agama serta belajar alqur’an (TAHSIN & TAHFIDZ). Kenapa?
Surat At-Tahrim : 6
"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mere dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan"
Salah satu visi misi saya dalam keluarga dan mendidik anak-anak seperti di Surat At-Tahrim ayat 6. Saya ingin keluarga saya (saya, suami dan anak-anak) selalu berusaha menjaga diri. Bagaimana caranya? Kami lebih banyak mempunyai kedekatan dengan Al-qur’an sebagai pedoman hidup kami. Ingin memiliki anak-anak penghafal alqur’an karna kelak mereka bisa menjadi tabungan kami di akhirat. Oleh karena itu saya bisa menjadi contoh untuk menyemangati mereka supaya bisa sama-sama menghafal alqur’an. Serta ingin memperbaiki cara-cara membaca alqur’an yang baik dan benar. Supaya saat mengajarkan ngaji kepada anak-anak juga baik. Tidak salah tartil serta makhrajul hurufnya.
Dan pastinya karena Allah menyuruh untuk selalu belajar agama. Sudah menjadi kewajiban kita untuk selalu belajar agama. Mengkaji ilmu Allah yang sangat luar biasa. Agar kita senantiasa dekat kepada Allah, agar selalu diberikan petunjuk dalam kehidupan yang seseungguhnya merupakan ujian. Dengan selalu berlajar ilmu agama agar ini selalu bisa kita ajarkan kepada anak-anak.
Dan yang terakhir adalah ilmu mendidik anak. Karena sejatinya tidak ada yang ahli dalam mendidik anak, sekalipun orang tua kita dulu. Masih banyak kesalahan yang diajarkan orang tua dulu yang mendidik berdasarkan istilah “PAMALI” banyak larangan yang tanpa alasan yg kuat. Hanya “kata orang tua dulu” bla bla bla. Bukan bermaksud menyalahkan cara mendidik orang tua. Pasti banyak rantai2 cara mendidik yang salah, yang seharusnya tidak saya lanjutkan dalam mendidik anak. Cara mendidik yang baik dan benar berdasarkan alasan ilmiah dan pastinya sesuai ajaran agama yg saya anut. Bagaimana mendidik anak berdasarkan Alqur’an dan contoh-contoh Rasulullah yang tertera dalam hadis yang shahih.
⭐⭐⭐⭐⭐
“Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut?”
📝 :
Poin pertama : melanjutkan mengikuti program-program dari rumbel menulis IIP bogor. Dikarenakan saya sudah pindah domisili. Jika ada program offline dimana harus “kopdar” mengingat jarak yg tak lagi dekat. Mungkin akan merapat ke rumbel menulis IIP depok.
Poin kedua : untuk yang ini saya harus menunggu keputusan dari yang Maha kuasa dekat-dekat ini apakah saya akan diberi buah hati lagi. Karena jika saya hamil lagi sepertinya tidak memungkinkan mengambil kelas TOEFL Preparation walau sebelum ikut kelas matrikilasi sudah punya target dan izin ke suami untuk melanjutkan kelas TOEFL Preparation.
Poin ketiga :
* Menghadiri Kajian mingguan di ajlis halaqah kajian islam. Mengikuti kajian diluar halaqoh seperti diyoutube, streaming ketika saat senggang
* mengikuti kelas tahsin, dan melanjutkan mengikuti kajian mingguan seperti biasa. Dan memiliki target menghafal alqur’an yang dibimbing oleh Ustadzah.
“Berkaitan dengan adab menuntut ilmu,perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut.”
📝 : perubahan sikap yang saya harus oerbaiki dalam proses mencari ilmu.
- Lebih sungguh-sungguh
- Tekun
- Konsisten
- Dapat mengaplikasikan ilmu yang saya dapat
Selasa, 24 Januari 2017
Bismillah...
Tanggal 23 Januari 2017 adalah hari yang ditungu-tunggu sekali. kuliah perdana kelas matriulasi IIP dimulai. Rasanya tuh campur-campur banget. Ya deg-degan, nervous, seneng, takut (takut gak bisa berjalan lancar).
Kemarin pagi fasilitator MIIP #batch 3 depok memberikan materi pertama yaitu tentang "ADAB MENUNTUT ILMU". Peserta dan Fasilitator sepakat diskusi setelah pemberian materi akan dilaksanakan jam 9 malam. Alhamdulillah itu bisa memberikan saya space waktu untuk saya mengurus urusan diluar rumah kemarin. cuma tetep aja dikepala ini selalu terfikirkan tentang kelas matrikulasi perdana ini. jadinya diluar saat mengurus ini itu jadinya gak fokus deh. selalau kebayang-bayang "kaya apa sih kelas matrikulasi nanti", "aku bisa gak yah ngerjain NHW nya" pertanyaam-pertanyaan ini menari-nari dikepala. Sampe-sampe saya khilaf telat makan kemarin tuh. karena terlalu excited menyambut kelas perdana matrikulasi IIP #batch 3
Setelah urusan diluar rumah selesai saya kembali kerumah setelah magrib, sesampainya dirumah langsung mengurus urusan domestik (baca masak, bebenah dll). setelah selesai masak saya merasa badan saya lemes banget, tiba-tiba gemetar gak karuan. Paksu yang panik langsung membawa saya ke dokter. karena jarak dokter jauh dirumah, diperjalanan saya semakin gelisah karena waktu menunkjukkan jam 8 malam. sesampainya didokter saya diperiksa da hasilnya tensi diangka 95/61. pantesan aja lemes, tensinya rendah banget. tapi untungnya sih gak apa-apa. pulang dari dokter diperjalanan kerumah Paksu membelikan sate kambing & sop kambing untuk nge-boost supaya tensinya kembali normal.
Alhamdulillah bisa sampe rumah sebelum jam 9, masih ada waktu 15 menit sebelum kelas diskusi dimulai. saya punya space waktu untuk makan dan minum obat. haaaaah... hardly can't wait !!!. tepat jam 9 pas diskusi pun dimulai. saya pun menikmati kelas diskusi ini.
Mungkin ada pertanyan apa sih isi diskusinya? apa yang dibahas?
Di awal udah saya kasih tahu kalo materinya tentang "ADAB MENUNTUT ILMU
Ini materinya
👇
👇
👇
👇
👇
👇
Yah... saya terlalu excited untuk menyambut kelas perdana matrikulasi IIP #batch 3 sampe telat makan. jangan dicontoh prilaku mengabaikan diri sendiri. saya sadar sekali bahwa itu adalah salah. tapi kenapa sih sampe segitunya? Koq kayaknya kelas ini penting banget sih ? kelas matrikulasi IIP #batch 3 ini salah satu gerakan memperbaiki diri sebagai orang tua, sebagai ibu, sebagai istri. dimana saya sadar banget kalo masih banyak sekali kesalahan dalam mendidik, atau bahkan masih jauh dari kata "istri yang baik" untuk suami.
Disini saya akan belajar membenahi diri untuk menjadi lebih lagi. membuang kesalahan-kesalahan yang ada selama ini. ingin menjadi ibu yang dicintai anak-anak, ingin menjadi istri yang membuat suami merasa beruntung memiliki istri seperti saya.
Terima kasih untuk suami dan anak-anakku tercinta. karena kalianlah penyemangatku untuk berproses lebih baik lagi sebagai ibu dan sebagai istri.
I ❤ YOU
MR. JKI
FIKRI
MIKHAILA
Tanggal 23 Januari 2017 adalah hari yang ditungu-tunggu sekali. kuliah perdana kelas matriulasi IIP dimulai. Rasanya tuh campur-campur banget. Ya deg-degan, nervous, seneng, takut (takut gak bisa berjalan lancar).
Kemarin pagi fasilitator MIIP #batch 3 depok memberikan materi pertama yaitu tentang "ADAB MENUNTUT ILMU". Peserta dan Fasilitator sepakat diskusi setelah pemberian materi akan dilaksanakan jam 9 malam. Alhamdulillah itu bisa memberikan saya space waktu untuk saya mengurus urusan diluar rumah kemarin. cuma tetep aja dikepala ini selalu terfikirkan tentang kelas matrikulasi perdana ini. jadinya diluar saat mengurus ini itu jadinya gak fokus deh. selalau kebayang-bayang "kaya apa sih kelas matrikulasi nanti", "aku bisa gak yah ngerjain NHW nya" pertanyaam-pertanyaan ini menari-nari dikepala. Sampe-sampe saya khilaf telat makan kemarin tuh. karena terlalu excited menyambut kelas perdana matrikulasi IIP #batch 3
Setelah urusan diluar rumah selesai saya kembali kerumah setelah magrib, sesampainya dirumah langsung mengurus urusan domestik (baca masak, bebenah dll). setelah selesai masak saya merasa badan saya lemes banget, tiba-tiba gemetar gak karuan. Paksu yang panik langsung membawa saya ke dokter. karena jarak dokter jauh dirumah, diperjalanan saya semakin gelisah karena waktu menunkjukkan jam 8 malam. sesampainya didokter saya diperiksa da hasilnya tensi diangka 95/61. pantesan aja lemes, tensinya rendah banget. tapi untungnya sih gak apa-apa. pulang dari dokter diperjalanan kerumah Paksu membelikan sate kambing & sop kambing untuk nge-boost supaya tensinya kembali normal.
Alhamdulillah bisa sampe rumah sebelum jam 9, masih ada waktu 15 menit sebelum kelas diskusi dimulai. saya punya space waktu untuk makan dan minum obat. haaaaah... hardly can't wait !!!. tepat jam 9 pas diskusi pun dimulai. saya pun menikmati kelas diskusi ini.
Mungkin ada pertanyan apa sih isi diskusinya? apa yang dibahas?
Di awal udah saya kasih tahu kalo materinya tentang "ADAB MENUNTUT ILMU
Ini materinya
PROLOG 1
KELAS MATRIKULASI BATCH 3
INSTITUT IBU PROFESIONAL
☘☘☘☘
ADAB MENUNTUT ILMU
Senin, 23 Januari 2016
Disusun oleh Tim Matrikulasi- Institut Ibu Profesional
Menuntut ilmu adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk mengubah perilaku dan tingkah laku ke arah yang lebih baik. Karena pada dasarnya ilmu menunjukkan kepada kebenaran dan meninggalkan segala kemaksiatan.
Banyak diantara kita terlalu buru-buru fokus pada suatu ilmu terlebih dahulu, sebelum paham mengenai adab-adab dalam menuntut ilmu. Padahal barang siapa orang yang menimba ilmu karena semata-mata hanya ingin mendapatkan ilmu tersebut, maka ilmu tersebut tidak akan bermanfaat baginya, namun barangsiapa yang menuntut ilmu karena ingin mengamalkan ilmu tersebut, niscaya ilmu yang sedikitpun akan sangat bermanfaat baginya.
Karena ILMU itu adalah prasyarat untuk sebuah AMAL, maka ADAB adalah hal yang paling didahulukan sebelum ILMU
ADAB adalah pembuka pintu ilmu bagi yang ingin mencarinya
Adab menuntut ilmu adalah tata krama (etika) yang dipegang oleh para penuntut ilmu, sehingga terjadi pola harmonis baik secara vertikal, antara dirinya sendiri dengan Sang Maha Pemilik Ilmu, maupun secara horisontal, antara dirinya sendiri dengan para guru yang menyampaikan ilmu, maupun dengan ilmu dan sumber ilmu itu sendiri.
Mengapa para Ibu Profesional di kelas matrikulasi ini perlu memahami Adab menuntut ilmu terlebih dahulu sebelum masuk ke ilmu-ilmu yang lain?
Karena ADAB tidak bisa diajarkan, ADAB hanya bisa ditularkan
Para ibulah nanti yang harus mengamalkan ADAB menuntut ilmu ini dengan baik, sehingga anak-anak yang menjadi amanah para ibu bisa mencontoh ADAB baik dari Ibunya
☘ADAB PADA DIRI SENDIRI
a. Ikhlas dan mau membersihkan jiwa dari hal-hal yang buruk.
Selama batin tidak bersih dari hal-hal buruk, maka ilmu akan terhalang masuk ke dalam hati.Karena ilmu itu bukan rentetan kalimat dan tulisan saja, melainkan ilmu itu adalah “cahaya” yang dimasukkan ke dalam hati.
b. Selalu bergegas, mengutamakan waktu-waktu dalam menuntut ilmu, Hadir paling awal dan duduk paling depan di setiap majelis ilmu baik online maupun offline.
c.Menghindari sikap yang “merasa’ sudah lebih tahu dan lebih paham, ketika suatu ilmu sedang disampaikan.
d.Menuntaskan sebuah ilmu yang sedang dipelajarinya dengan cara mengulang-ulang, membuat catatan penting, menuliskannya kembali dan bersabar sampai semua runtutan ilmu tersebut selesai disampaikan sesuai tahapan yang disepakati bersama.
e. Bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas yang diberikan setelah ilmu disampaikan. Karena sejatinya tugas itu adalah untuk mengikat sebuah ilmu agar mudah untuk diamalkan.
☘ADAB TERHADAP GURU (PENYAMPAI SEBUAH ILMU)
a. Penuntut ilmu harus berusaha mencari ridha gurunya dan dengan sepenuh hati, menaruh rasa hormat kepadanya, disertai mendekatkan diri kepada DIA yang Maha Memiliki Ilmu dalam berkhidmat kepada guru.
b. Hendaknya penuntut ilmu tidak mendahului guru untuk menjelaskan sesuatu atau menjawab pertanyaan, jangan pula membarengi guru dalam berkata, jangan memotong pembicaraan guru dan jangan berbicara dengan orang lain pada saat guru berbicara. Hendaknya penuntut ilmu penuh perhatian terhadap penjelasan guru mengenai suatu hal atau perintah yang diberikan guru. Sehingga guru tidak perlu mengulangi penjelasan untuk kedua kalinya.
c. Penuntut ilmu meminta keridhaan guru, ketika ingin menyebarkan ilmu yang disampaikan baik secara tertulis maupun lisan ke orang lain, dengan cara meminta ijin. Apabila dari awal guru sudah menyampaikan bahwa ilmu tersebut boleh disebarluaskan, maka cantumkan/ sebut nama guru sebagai bentuk penghormatan kita.
☘ADAB TERHADAP SUMBER ILMU
a. Tidak meletakkan sembarangan atau memperlakukan sumber ilmu dalam bentuk buku ketika sedang kita pelajari.
b. Tidak melakukan penggandaan, membeli dan mendistribusikan untuk kepentingan komersiil, sebuah sumber ilmu tanpa ijin dari penulisnya.
c. Tidak mendukung perbuatan para plagiator, produsen barang bajakan, dengan cara tidak membeli barang mereka untuk keperluan menuntut ilmu diri kita dan keluarga.
d. Dalam dunia online, tidak menyebarkan sumber ilmu yang diawali kalimat "copas dari grup sebelah" tanpa mencantumkan sumber ilmunya dari mana.
e. Dalam dunia online, harus menerapkan "sceptical thinking" dalam menerima sebuah informasi. jangan mudah percaya sebelum kita paham sumber ilmunya, meski berita itu baik.
Adab menuntut ilmu ini akan erat berkaitan dengan keberkahan sebuah ilmu, shg mendatangkan manfaat bagi hidup kita dan umat
Referensi :
Turnomo Raharjo,
Literasi Media & Kearifan Lokal: Konsep dan Aplikasi, Jakarta, 2012.
Bukhari Umar, Hadis Tarbawi (pendidikan dalam perspekitf hadis), Jakarta: Amzah,
2014, hlm. 5
Muhammad bin sholeh, Panduan lengkap Menuntut Ilmu, Jakarta, 2015
KELAS MATRIKULASI BATCH 3
INSTITUT IBU PROFESIONAL
☘☘☘☘
ADAB MENUNTUT ILMU
Senin, 23 Januari 2016
Disusun oleh Tim Matrikulasi- Institut Ibu Profesional
Menuntut ilmu adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk mengubah perilaku dan tingkah laku ke arah yang lebih baik. Karena pada dasarnya ilmu menunjukkan kepada kebenaran dan meninggalkan segala kemaksiatan.
Banyak diantara kita terlalu buru-buru fokus pada suatu ilmu terlebih dahulu, sebelum paham mengenai adab-adab dalam menuntut ilmu. Padahal barang siapa orang yang menimba ilmu karena semata-mata hanya ingin mendapatkan ilmu tersebut, maka ilmu tersebut tidak akan bermanfaat baginya, namun barangsiapa yang menuntut ilmu karena ingin mengamalkan ilmu tersebut, niscaya ilmu yang sedikitpun akan sangat bermanfaat baginya.
Karena ILMU itu adalah prasyarat untuk sebuah AMAL, maka ADAB adalah hal yang paling didahulukan sebelum ILMU
ADAB adalah pembuka pintu ilmu bagi yang ingin mencarinya
Adab menuntut ilmu adalah tata krama (etika) yang dipegang oleh para penuntut ilmu, sehingga terjadi pola harmonis baik secara vertikal, antara dirinya sendiri dengan Sang Maha Pemilik Ilmu, maupun secara horisontal, antara dirinya sendiri dengan para guru yang menyampaikan ilmu, maupun dengan ilmu dan sumber ilmu itu sendiri.
Mengapa para Ibu Profesional di kelas matrikulasi ini perlu memahami Adab menuntut ilmu terlebih dahulu sebelum masuk ke ilmu-ilmu yang lain?
Karena ADAB tidak bisa diajarkan, ADAB hanya bisa ditularkan
Para ibulah nanti yang harus mengamalkan ADAB menuntut ilmu ini dengan baik, sehingga anak-anak yang menjadi amanah para ibu bisa mencontoh ADAB baik dari Ibunya
☘ADAB PADA DIRI SENDIRI
a. Ikhlas dan mau membersihkan jiwa dari hal-hal yang buruk.
Selama batin tidak bersih dari hal-hal buruk, maka ilmu akan terhalang masuk ke dalam hati.Karena ilmu itu bukan rentetan kalimat dan tulisan saja, melainkan ilmu itu adalah “cahaya” yang dimasukkan ke dalam hati.
b. Selalu bergegas, mengutamakan waktu-waktu dalam menuntut ilmu, Hadir paling awal dan duduk paling depan di setiap majelis ilmu baik online maupun offline.
c.Menghindari sikap yang “merasa’ sudah lebih tahu dan lebih paham, ketika suatu ilmu sedang disampaikan.
d.Menuntaskan sebuah ilmu yang sedang dipelajarinya dengan cara mengulang-ulang, membuat catatan penting, menuliskannya kembali dan bersabar sampai semua runtutan ilmu tersebut selesai disampaikan sesuai tahapan yang disepakati bersama.
e. Bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas yang diberikan setelah ilmu disampaikan. Karena sejatinya tugas itu adalah untuk mengikat sebuah ilmu agar mudah untuk diamalkan.
☘ADAB TERHADAP GURU (PENYAMPAI SEBUAH ILMU)
a. Penuntut ilmu harus berusaha mencari ridha gurunya dan dengan sepenuh hati, menaruh rasa hormat kepadanya, disertai mendekatkan diri kepada DIA yang Maha Memiliki Ilmu dalam berkhidmat kepada guru.
b. Hendaknya penuntut ilmu tidak mendahului guru untuk menjelaskan sesuatu atau menjawab pertanyaan, jangan pula membarengi guru dalam berkata, jangan memotong pembicaraan guru dan jangan berbicara dengan orang lain pada saat guru berbicara. Hendaknya penuntut ilmu penuh perhatian terhadap penjelasan guru mengenai suatu hal atau perintah yang diberikan guru. Sehingga guru tidak perlu mengulangi penjelasan untuk kedua kalinya.
c. Penuntut ilmu meminta keridhaan guru, ketika ingin menyebarkan ilmu yang disampaikan baik secara tertulis maupun lisan ke orang lain, dengan cara meminta ijin. Apabila dari awal guru sudah menyampaikan bahwa ilmu tersebut boleh disebarluaskan, maka cantumkan/ sebut nama guru sebagai bentuk penghormatan kita.
☘ADAB TERHADAP SUMBER ILMU
a. Tidak meletakkan sembarangan atau memperlakukan sumber ilmu dalam bentuk buku ketika sedang kita pelajari.
b. Tidak melakukan penggandaan, membeli dan mendistribusikan untuk kepentingan komersiil, sebuah sumber ilmu tanpa ijin dari penulisnya.
c. Tidak mendukung perbuatan para plagiator, produsen barang bajakan, dengan cara tidak membeli barang mereka untuk keperluan menuntut ilmu diri kita dan keluarga.
d. Dalam dunia online, tidak menyebarkan sumber ilmu yang diawali kalimat "copas dari grup sebelah" tanpa mencantumkan sumber ilmunya dari mana.
e. Dalam dunia online, harus menerapkan "sceptical thinking" dalam menerima sebuah informasi. jangan mudah percaya sebelum kita paham sumber ilmunya, meski berita itu baik.
Adab menuntut ilmu ini akan erat berkaitan dengan keberkahan sebuah ilmu, shg mendatangkan manfaat bagi hidup kita dan umat
Referensi :
Turnomo Raharjo,
Literasi Media & Kearifan Lokal: Konsep dan Aplikasi, Jakarta, 2012.
Bukhari Umar, Hadis Tarbawi (pendidikan dalam perspekitf hadis), Jakarta: Amzah,
2014, hlm. 5
Muhammad bin sholeh, Panduan lengkap Menuntut Ilmu, Jakarta, 2015
⭐⭐⭐⭐⭐
Disini saya akan belajar membenahi diri untuk menjadi lebih lagi. membuang kesalahan-kesalahan yang ada selama ini. ingin menjadi ibu yang dicintai anak-anak, ingin menjadi istri yang membuat suami merasa beruntung memiliki istri seperti saya.
Terima kasih untuk suami dan anak-anakku tercinta. karena kalianlah penyemangatku untuk berproses lebih baik lagi sebagai ibu dan sebagai istri.
I ❤ YOU
MR. JKI
FIKRI
MIKHAILA
Minggu, 15 Januari 2017
Assalamu' alaikum Wr.Wb
Salam kenal, panggil saya Icha. young mother yang selalu berusaha mencoba menjadi ibu terbaik untuk anak-anak dan semoga bisa menjadi istri terbaik untuk suami tercinta. kata-katanya terlihat seperti "teori' aja yaa?? hahahahahaha :D
Justru itulah, saya sedang berproses menuju praktek bagaimana menjadi ibu terbaik dan istri terbaik. justru karena saya sadar bahwa semua itu butuh proses pembelajaran yang sangat panjang.
Blog ini sengaja saya buat untuk mengerjekan "NHW" nice home work dari wadah belajar para ibu & calon ibu "Institute Ibu Prodesional" atau biasa disingkat menjadi IIP.
IIP baru saja membuka kelas matrikulasi #batch3 step pertama untuk menjadi member tetap di IIP. dan jika lulus dari kelas matrikulasi, akan ada kelas pembelajaran lainnya seperti bunda sayang, bunda cekatan, dan bunda sholehah.
Blog ini juga akan menjadi wadah belajar saya untuk melatih menulis.
Semoga gak bosan ya..
Salam hangat ,
Icha
dichatakimi.blogspot.com
Bambon City, 15 Januari 2017
Salam kenal, panggil saya Icha. young mother yang selalu berusaha mencoba menjadi ibu terbaik untuk anak-anak dan semoga bisa menjadi istri terbaik untuk suami tercinta. kata-katanya terlihat seperti "teori' aja yaa?? hahahahahaha :D
Justru itulah, saya sedang berproses menuju praktek bagaimana menjadi ibu terbaik dan istri terbaik. justru karena saya sadar bahwa semua itu butuh proses pembelajaran yang sangat panjang.
Blog ini sengaja saya buat untuk mengerjekan "NHW" nice home work dari wadah belajar para ibu & calon ibu "Institute Ibu Prodesional" atau biasa disingkat menjadi IIP.
IIP baru saja membuka kelas matrikulasi #batch3 step pertama untuk menjadi member tetap di IIP. dan jika lulus dari kelas matrikulasi, akan ada kelas pembelajaran lainnya seperti bunda sayang, bunda cekatan, dan bunda sholehah.
Blog ini juga akan menjadi wadah belajar saya untuk melatih menulis.
Semoga gak bosan ya..
Salam hangat ,
Icha
dichatakimi.blogspot.com
Bambon City, 15 Januari 2017
Langganan:
Postingan (Atom)
Hello 2020
بسم الله الرحمن الرحيم السلام عليكم ورحمة الله وبركاته Rasanya udah lama banget gak ngeblog. Mudah-mudahan tahun 2020 ini bisa lebih...
-
Bismillah.. Gak terasa hari ini adalah hari terakhir Challange #ODOPfor30days di rumah belajar menululis IIP Bogor. apa sih Challang...
-
Tak terasa 8 tahun berlalu waktu bergulir begitu cepat. Kaysan sudah 8 tahun kini usianya yang aku rawat seorang diri semenjak kepergian su...
