Tak pernah terbayangkan 7 tahun pernikahannya Bonita seperti membuka topeng Seno suaminya yang selama ini dia kenal. Bonita bagaikan melihat sosok asing asing dalam diri Seno. tangisan Bonita tak mengehentikan langkah Seno yang menarik keras tangan Bonita sampai kesakitan, permohonan ampun supaya Seno menghentikannya pun bagaikan angin lalu, Seno terus saja menarik tangan Bonita hingga ke dapur. mata Seno yang menyeramkan serta tawanya yang terlihat seperti kerasukan membuat Bonita makin ketakutan. "ampun sayang ampun.. aku sakit..!!!" teriak Bonita yang kesakitan.
sekilas trauma masa lalunya kembali teringat. dimana ayah bonita pernah melakukan hal yang sama, bahkan pernah hampir membunuh bonita seraya mengacungkan pisau ke arahnya dulu. selama ini Seno lah yang perlahan membantu Bonita menyembuhkan trauma masa lalunya itu dengan selalu memberi kenyamanan dan bisikan menenangkan "kamu jangan takut, ada aku disini, tak akan ada yang menyakiti kamu. disini ada suami kamu yang tak akan membiarkan kamu tersakiti". perasaan Bonita berkecamuk saat ini, antara takut dan kecewa. bagaimana bisa suami yang selama ini berjanji untuk memberikan tempat yang nyaman untuknya malah justru membuatnya merasa takut. bahkan menyakitinya.
Seno menarik tangan Bonita lalu membawanya kedapur. Bonita menagkap mata seno yang tertuju pada pisau yang ada disudut dapur."Ya Tuhan apa yang akan dilakukan suamiku, apakah dia akan mengambil pisau itu, lalu dia akan membunuhku." tangisnya dalam hati. bonita pun semakin ketakutan. wajahnya terlihat pucat , tubuhnya gemetar. sementara seno masih mengenggam tangan bonita dengan kasar.
bersambung.....
*******
