Dear ayah..
Apakah ini telah mampu menebus perjuanganmu dulu ?
Perjuangan merasakan suasana mencekam hanya untuk orang kita cintai..
Mungkin sudah jadi rahasasia umum dikeluarga kita cerita tentang ini, bahkan setiap aku sedang marah padamu. Mama selalu menceritakan cerita ini berulang kali. Bahwa engkau dulu melintasi kamar mayat ditengah malam hanya untuk mengantarkan air susu mama kepadaku.
Semua orang tahu tentang cerita itu, bahkan ada dari mereka yang menjadi saksi perjuanganmu yg rela mengalahkan rasa takut hanya untuk yg tersayang.
Tapi tak ada saksi yang melihat bahwa aku telah menebusnya. Malam jum'at itu saat ku menyadari bahwa itu tepat jam 12 tengah malam. Aku yang ada bersamamu. Aku menjaganu, menemanimu dikamar UGD rumah sakit. Hanya ada aku saat itu. Meskipun kita bersama² membawamu kerumah sakit.
Saat itu ada mama, ada abang, dan ada suamiku. Namun saat itu kita semua terpencar untuk mengurus embel2 administrasi rumah sakit.
Tersisalah aku yg menjagamu diruang UGD yg sepi itu. Memastikan selang oksigen yg terpasang tak terlepas, memanggil dokter jaga ketika infusan sudah habis.
Apakah ayah ingat , saat itu ruangan UGD nya sepi sekali, tak ada pasien hanya ayah pasien satu²nya.
Saat itu malam jum'ad sepi sekali. Sambil membantumu membenarkan posisi tidurmu setiap kali engaku terbangun karna batuk. Aku sesungguhnya takut sekali. Apalagi saat engkau sudah kembali mencoba memejamkan matamu dan tertidur. Kudapati bayangan² ketakutan berlari² dikepalaku. Saat aku sempat lihat nama sebuah papan nama ruangan diujung lorong yg tertulis "kamar mayat". Aku berusaha keras melawan rasa takutku dengan sibuk memerhatikan infusanmu.
Ayah tahu bahwa aku ini sangatlah penakut sekali. Meskipun mataku selalu mencoba membaca tulisan "kamar mayat" itu. Entah kenapa aku tak takut saat itu ketika melihat kondisi mu yg sangat lemah. Dan aku tiba² teringat bahwa engkau dulu berada diposisiku saat ini. Melawan ketakutan malam yang mencekam.
Bahkan engkau rela melewati kamar mayat itu. Yang pernah kau ceritakan dulu bahwa engkau sebenarnya takut kalau-kalau kau dapati ada mayat yang hidup mengejarmu saat kau melewati kamar mayat itu untuk mengantarkan asi keruanganku saat setelah aku dilahirkan
Aku tidak takut yah, aku tidak takut. Karna aku telah merasa menang melakukan hal yang sama yg selama ini menjadi hutang budiku terhadapmu.
Aku telah menebus perjuanganmu. Karna aku telah pernah berjuang untukmu diakhir hari-hari kehidupan . Menjagamu ditengah kesunyian malam yang mencekam..
Aku tahu semua itu tak akan pernah membalas jasamu sebagai ayah. Tapi paling tidak aku tahu rasanya berjuang melawan ketakutan demi seseorang yg kita sayangi.
Bayangan tentang kamar mayat itu selalu kalah oleh kekawatiran terhadap orang yg kita sayangi.
Kenangan 5 November 2015
Jumat, 15 November 2019
Selasa, 16 Juli 2019
Rengekan Kesadaran
بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Rengekanmu menjengkelkan..
Rengekanmu menyebalkan..
Rengekanmu membuatku sangat tak nyaman..
Begitu kira-kira ungkapan hati ku ketika sedang lelah. bukan lelah menghadapi sikapmu, tapi karena memang tubuh ini mudah lelah sehingga tak bisa banyak membersamaimu nak. sehingga aku pun paham itu sebagai tanda protesmu atas "lelah" ku nak. terus belajar tidak marah atas rengekanmu itu, karena aku pun paham rengekan manusia bertubuh mungil yang sedang aku hadapi adalah salah satu nikmat terbesar pemberian Allah Swt. betapa banyak perempuan diluar sana yang menginginkan sekali merasakan "rengekan" dari anak yang tak kunjung hadir dirumah mereka. aku sadar betul itu nak..
Aku pun Insya Allah tak pernah menyalahkan Allah atas kondisi ini, ini pun salah satu nikmat besar yang Allah kasih buatku. bahkan sakit ini sebagai self awereness untuk selalu berusaha menjadi ibu yang lebih baik untukmu. sungguh banyak hal-hal yang tak terbayangkan, termasuk aku bisa memilikimu,bisa bersamamu diusiamu ampir 6 tahun. sungguh tak terbayangkan jika faktanya aku tak bisa hamil, juga fakta jika aku dalam bahaya saat melahirkan, semua terlewati.
Juga tentang vonis dokter bahwa aku tak bisa banyak waktu bersamamu, aku serahkan pada Allah yang menggenggam kehidupan ini. Dia Allah Yang Maha Mengatur urusan makhluknya. bukankah sakit atau tidak sakit orang tua memang tak akan selamanya bersama anak?
Membersamaimu bukan tentang mengejar batas waktu itu. tapi sebagai syukurku diberi kesempatan menikmati menjadi ibu dari anak manis sepertimu nak.
Hanya saja terkadang aku tak tahu caranya mengungkapkan kekecewaan terhadap diriku yang terkadang tidak bisa membersamaimu saat kamu butuh aku terutama saat malam, sudah hampir 1 tahun ini setelah magrib aku tak bisa banyak beraktivitas, lalu kamu kecewa karena aku tak bisa menemanimu, dan rengekan itu dengan suara yang memekakan telinga makin membuatku pilu karena aku tak bisa membuatmu berhenti merengek kecuali aku bisa menemanimu bermain, tapi aku nyatanya tak bisa bermain karena "lelah"..
Maafkan mami nak, mami tidak banyak waktu saat mikhaila butuh main ketika malam. doakan mami semoga mami sehat terus, panjang umur, bisa banyak waktu bermain sama mikhaila. Mami sayang mikhaila karena Allah
Jakarta, 7 Juli 2019
8.30 Pm
Langganan:
Postingan (Atom)
Hello 2020
بسم الله الرحمن الرحيم السلام عليكم ورحمة الله وبركاته Rasanya udah lama banget gak ngeblog. Mudah-mudahan tahun 2020 ini bisa lebih...
-
Bismillah.. Gak terasa hari ini adalah hari terakhir Challange #ODOPfor30days di rumah belajar menululis IIP Bogor. apa sih Challang...
-
Tak terasa 8 tahun berlalu waktu bergulir begitu cepat. Kaysan sudah 8 tahun kini usianya yang aku rawat seorang diri semenjak kepergian su...

