Jumat, 24 Januari 2020

Hello 2020



بسم الله الرحمن الرحيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Rasanya udah lama banget gak ngeblog. Mudah-mudahan tahun 2020 ini bisa lebih istiqomah ngeblog. Sebenernya ada banyak cerita yang sayang banget kalo gak diabadikan semoga bisa menjadi pelajaran buat kita semua.

Bingung mau mulai dari mana.  ada salah satu cerita yang sebenernya rada telat untuk dibagikan yang udah lama banget pengen aku tulis diblog cuma karena so far ragu aja apa perlu diceritakan, apa perlu orang tahu. tapi insya Allah gak ada kata telat untuk memulai suatu.

Yup.. It's about my self as a Survivor since 2017. And about my lil Community with awesome people inside. They are teached me many things.

Insya Allah pelan-pelan aku tulis setelah ini sambil menata hati berharap nulisnya gak pake ngeluarin air mata. Hahahaha.. Bukan sesuatu dramatis ala sinetron-sinetron gitu, cuma rasanya merasa "meleleh" dengan kebaikan Allah dimana aku diposisikan ditempat yang mungkin gak semua orang kuat, termasuk aku pribadi berusaha menguatkan diri. Kalo aja Allah gak kasih kekuatan, duh gak tau deh kaya gimana. Tapi sebagaimana kita tahu kalo Allah Maha Baik, Maha Luar Biasa..
ماشاء الله تبارك الله

Segini dulu opening di tahun 2020. Aku mau nulis dulu ya..

See ya 😘♥️




Jumat, 15 November 2019

Kenangan Tentang Kamar Mayat

Dear ayah..

Apakah ini telah mampu menebus perjuanganmu dulu ?

Perjuangan merasakan suasana mencekam hanya untuk orang kita cintai..

Mungkin sudah jadi rahasasia umum dikeluarga kita cerita tentang ini, bahkan setiap aku sedang marah padamu. Mama selalu menceritakan cerita ini berulang kali. Bahwa engkau dulu melintasi kamar mayat ditengah malam hanya untuk mengantarkan air susu mama kepadaku.

Semua orang tahu tentang cerita itu, bahkan ada dari mereka yang menjadi saksi perjuanganmu yg rela mengalahkan rasa takut hanya untuk yg tersayang.

Tapi tak ada saksi yang melihat bahwa aku telah menebusnya. Malam jum'at itu saat ku menyadari bahwa  itu tepat jam 12 tengah malam. Aku yang ada bersamamu. Aku menjaganu, menemanimu dikamar UGD rumah sakit. Hanya ada aku saat itu. Meskipun kita bersama² membawamu kerumah sakit.

Saat itu ada mama, ada abang, dan ada suamiku. Namun saat itu kita semua terpencar untuk mengurus embel2 administrasi rumah sakit.

Tersisalah aku yg menjagamu diruang UGD yg sepi itu. Memastikan selang oksigen yg terpasang tak terlepas, memanggil dokter jaga ketika infusan sudah habis.

Apakah ayah ingat , saat itu ruangan UGD nya sepi sekali, tak ada pasien hanya ayah pasien satu²nya.

Saat itu malam jum'ad sepi sekali. Sambil membantumu membenarkan posisi tidurmu setiap kali engaku terbangun karna batuk. Aku sesungguhnya takut sekali. Apalagi saat engkau sudah kembali mencoba memejamkan matamu dan tertidur. Kudapati bayangan² ketakutan berlari² dikepalaku. Saat aku sempat lihat nama sebuah papan nama ruangan diujung lorong yg tertulis "kamar mayat". Aku berusaha keras melawan rasa takutku dengan sibuk memerhatikan infusanmu.

Ayah tahu bahwa aku ini sangatlah penakut sekali. Meskipun mataku selalu mencoba membaca tulisan "kamar mayat" itu. Entah kenapa aku tak takut saat itu ketika melihat kondisi mu yg sangat lemah. Dan aku tiba² teringat bahwa engkau dulu berada diposisiku saat ini. Melawan ketakutan malam yang mencekam.

Bahkan engkau rela melewati kamar mayat itu. Yang pernah kau ceritakan dulu bahwa engkau sebenarnya takut kalau-kalau kau dapati ada mayat yang hidup mengejarmu saat kau melewati kamar mayat itu untuk mengantarkan asi keruanganku saat setelah aku dilahirkan

Aku tidak takut yah, aku tidak takut. Karna aku telah merasa menang melakukan hal yang sama yg selama ini menjadi hutang budiku terhadapmu.

Aku telah menebus perjuanganmu. Karna aku telah pernah berjuang untukmu diakhir hari-hari kehidupan . Menjagamu ditengah kesunyian malam yang mencekam..

Aku tahu semua itu tak akan pernah membalas jasamu sebagai ayah. Tapi paling tidak aku tahu rasanya berjuang melawan ketakutan demi seseorang yg kita sayangi.

Bayangan tentang kamar mayat itu selalu kalah oleh kekawatiran terhadap orang yg kita sayangi.

Kenangan 5 November 2015

Selasa, 16 Juli 2019

Rengekan Kesadaran




 بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ


Rengekanmu menjengkelkan..
Rengekanmu menyebalkan..
Rengekanmu membuatku sangat tak nyaman..

Begitu kira-kira ungkapan hati ku ketika sedang lelah. bukan lelah menghadapi sikapmu, tapi karena memang tubuh ini mudah lelah sehingga tak bisa banyak membersamaimu nak. sehingga aku pun paham itu sebagai tanda protesmu atas "lelah" ku nak. terus belajar tidak marah atas rengekanmu itu, karena aku pun paham rengekan manusia bertubuh mungil yang sedang aku hadapi adalah salah satu nikmat terbesar pemberian Allah Swt. betapa banyak perempuan diluar sana yang menginginkan sekali merasakan "rengekan" dari anak yang tak kunjung hadir dirumah mereka. aku sadar betul itu nak..

Aku pun Insya Allah tak pernah menyalahkan Allah atas kondisi ini, ini pun salah satu nikmat besar yang Allah kasih buatku. bahkan sakit ini sebagai self awereness untuk selalu berusaha menjadi ibu yang lebih baik untukmu. sungguh banyak hal-hal yang tak terbayangkan, termasuk aku bisa memilikimu,bisa bersamamu diusiamu ampir 6 tahun. sungguh tak terbayangkan jika faktanya aku tak bisa hamil, juga fakta jika aku dalam bahaya saat melahirkan, semua terlewati.

Juga tentang vonis dokter bahwa aku tak bisa banyak waktu bersamamu, aku serahkan pada Allah yang menggenggam kehidupan ini. Dia Allah Yang Maha Mengatur urusan makhluknya. bukankah sakit atau tidak sakit orang tua memang tak akan selamanya bersama anak?


Membersamaimu bukan tentang mengejar batas waktu itu. tapi sebagai syukurku  diberi kesempatan menikmati menjadi ibu dari anak manis sepertimu nak.

Hanya saja terkadang aku tak tahu caranya mengungkapkan kekecewaan terhadap diriku yang terkadang tidak bisa membersamaimu saat kamu butuh aku terutama saat malam, sudah hampir 1 tahun ini setelah magrib aku tak bisa banyak beraktivitas, lalu kamu kecewa karena aku tak bisa menemanimu, dan rengekan itu dengan suara yang memekakan telinga makin membuatku pilu karena aku tak bisa membuatmu berhenti merengek kecuali aku bisa menemanimu bermain, tapi aku nyatanya tak bisa bermain karena "lelah"..

Maafkan mami nak, mami tidak banyak waktu saat mikhaila butuh main ketika malam. doakan mami semoga mami sehat terus, panjang umur, bisa banyak waktu bermain sama mikhaila. Mami sayang mikhaila karena Allah


Jakarta, 7 Juli 2019

8.30 Pm

Senin, 12 Juni 2017

Mudik Effect



Mudik lebaran sudah menjadi budaya di Indonesia setiap Hari raya Idul Fitri. Euforia yang khas dimana orang-orang akan mempersiapkan perjalanan ke kampung halaman dari kota tempat mereka mencari nafkah. ada yang melewati jalur darat, laut, bahkan udara. 

Tapi bagi saya yang lahir dan besar dikota jakarta. sebagai pribumi  suku asli orang jakarta (baca betawi). tak pernah sekalipun rasa merasakan suasanan mudik lebaran seperti yang orang-orang rasakan. bahkan bersuami orang jawa selama pernikahan kami bertahun-tahun tak pernah sekali saja berkesempatan ikut merasakan mudik lebaran.

terkadang suka bertanya-tanya seperti apa rasanya mudik lebaran itu. bermacet-macetan ria dalam melakukan perjalanan yang panjang. sensasi macet yang tidak seperti macet ibu kota. bahkan sebelum sistem perkerta-apian bagus seperti sekarang. bisa kita lihat bagaimana orang rela berdesak-desakkan dalam kereta. dulu pernah saya lihat disalahsatu stasiun dijakarta seorang ibu yang berdiri sambil menggendong anaknya dilorong gerbong kereta karena tidak kebagian duduk. tapi sekarang sudah tidak bisa kita lihat lagi karena sistem perkereta-apian indonesia yang semakin membaik. 

banyak orang yang menikmati "penderitaan" itu. mereka rela menikmati. penderitaan berdesak-desakkan, bahkan kecopetan di terminal bis sudah menjadi bagian dari mudik lebaran yang harus dinikmati dikarenakan penuhnya orang, ada saja menjadi celah pihak yang melakukan tindak kejahatan. belum lagi penderitaan mencium aroma tak sedap ketika sedang berdesak-desakkan. aroma yang membuat kita merasa jatuh kelubang penderitaan yang sangat dalam dimana kita tidak bisa menghindari itu. tapi semua  penderitaan itu yang kelak akan dibayar dengan manisnya berjumpa dengan sanak saudara tercinta sikampung halaman. semua penderitaan serta drama salam perjalanan mudik lebaran lenyap sudah dan menjadi suasana mengahru biru ketika bertemu keluarga terkasih yang lama tak jumpa.


 saya ingin sekali merasakan euforia mudik lebaran. meski saya pun menikmati sekali mudik effect di Ibu kota ketika orang-orang mudik kekampung halamannya. it feels like in heaven. kenapa? karena jakarta sangat lengang sekali. pemandangan yang luar biasa menyejukkan mata. karena suasana macet seperti dineraka yang biasa kita temui sehari-hari itu untuk sementara tak kita lihat. namun meski begitu terkadang ada sisi rindu dengan orang-orang yang biasa mewarnai jakarta. dimana dijakarta penduduknya bukan cuma pribumi saja. sesaat menjadi baper moment merasa kehilangan orang-orang yang selama ini menghiasi ibu kota. tiba-tiba rindu dengan tetangga kita yang macam-macam suku itu karena merka mudik ke kampung halamannya.

bukan cuma itu, bahkan mudik effect yang tidak menyenangkan bagi pribumi selain merindukan orang-orang yang mewarnai jakarta. adalah harus rela gigit "gigit jari" ketika ketupat sayur, rendang, opor ayam, sambel hati ludes dimakan sanak saudara. karena tidak ada tukang makanan, mau lari ke masakan padang si Uni mudik ke padang, mau ari ke tukang bakso si Mas juga mudik ke jawa. bahkan menemukan tempe di warung sayur serasa  menemukan harta karun, karena menjadi barang langka. yang oleh karena itu tahun depan saya berharap sekali  dapat merasakan mudik lebaran supaya tidak gigit jari ketika tak ada yang jual makanan.



Rabu, 17 Mei 2017

Tak pernah terbayangkan 7 tahun pernikahannya Bonita seperti membuka topeng Seno suaminya yang selama ini dia kenal. Bonita bagaikan melihat sosok asing asing dalam diri Seno. tangisan Bonita tak mengehentikan langkah Seno yang menarik keras tangan Bonita sampai kesakitan, permohonan ampun supaya Seno menghentikannya pun bagaikan angin lalu, Seno terus saja menarik tangan Bonita hingga ke dapur. mata Seno yang menyeramkan serta tawanya yang terlihat seperti kerasukan membuat Bonita makin ketakutan. "ampun sayang ampun.. aku sakit..!!!" teriak Bonita yang kesakitan. 


sekilas trauma masa lalunya kembali teringat. dimana ayah bonita pernah melakukan hal yang sama, bahkan pernah hampir membunuh bonita seraya mengacungkan pisau ke arahnya dulu. selama ini Seno lah yang perlahan membantu Bonita menyembuhkan trauma masa lalunya itu dengan selalu memberi kenyamanan dan bisikan menenangkan "kamu jangan takut, ada aku disini, tak akan ada yang menyakiti kamu. disini ada suami kamu yang  tak akan membiarkan kamu tersakiti". perasaan Bonita berkecamuk saat ini, antara takut dan kecewa. bagaimana bisa suami yang selama ini berjanji untuk memberikan tempat yang nyaman untuknya malah justru membuatnya merasa takut. bahkan menyakitinya.

Seno menarik tangan Bonita lalu membawanya kedapur. Bonita menagkap mata seno yang tertuju pada pisau yang ada disudut dapur."Ya Tuhan apa yang akan dilakukan suamiku, apakah dia akan mengambil pisau itu, lalu dia akan membunuhku." tangisnya dalam hati. bonita pun semakin ketakutan. wajahnya terlihat pucat , tubuhnya gemetar. sementara seno masih mengenggam tangan bonita dengan kasar.


bersambung.....


 *******



Jumat, 03 Maret 2017

BELAJAR MENJADI MANAJER KELUARGA HANDAL




📝 BELAJAR MENJADI MANAJER KELUARGA HANDAL

 

 

 

📚NICE HOME WORK #6


Mengapa  kita harus belajar menjadi manajer keluarga yang handal?  karena hal ini akan mempermudah bunda untuk menemukan peran hidup kita dan semoga mempermudah kita mendampingi anak-anak menemukan peran hidupnya.



🇮🇩  Mencatat aktifitas penting dan tidak penting.

3 aktifitas penting.
  • Hablumminallah (ibadah)
  • Melatih passion diri (dalam penulisan, agama & bahasa asing)
  • mengurus suami dan anak-anak

3 aktifitas tidak penting.
  • berjibaku dengan gadget berlebihan dengan dalih mengecek orderan online shop
  • Me time yang over
  • menonton drama korea 😜


🇮🇩  Menghabiskan kegiatan.

           kegiatan yang saya lakukan selain menunaikan tugas menjadi seorang istri dan ibu dirumah. seperti melayani suami, masak, ngajar mengaji anak2 dll. saya juga menglakukan kegiatan keagamaan dalam rangka memperbaiki diri sebagai hamba Allah, setiap selasa mengikuti kajian weekly dibogor (meskipun terkadang harus terlewat karena alsan sakit) juga tahsin setiap sabtu sore. juga mengikuti program-program atau challenge dari rumbel menulis IIP bogor. itulah yang membangkitkan semangat saya untuk membuat blog. serta challenge dari suami dimana saya tetap bisa melanjutkan untuk belajar bahasa asing saya inginkan untuk tetap pelajari tanpa harus menghadiri tempat pembelajaran langsung (via onlline -red) yang  karena beliau yang menginginkan saya untuk tetap dirumah.(baru dimulai bulan ini)


🇮🇩 ⏳ Kandang Waktu ⏳

04.30-06.00 sholat belanja masak
06.00-07.00 menyiapkan sarapan
07.00-08.00 bebenah + me time
08.00-09.00 masak
09.00-11.00 cuci piring,
11.00-12.30 makan siang
12.30-14.00 solat, istirahat
14.00-15.30 tidur siang
15.30-17.00 mandi sholat main dengan si kecil
17.00-18.00 Maghrib nyantai di rumah.
18.00-19.30 sholat Magrib,ngajar ngaji anak2
20.00-21.00 solat isya, waktu dengan suami (jika beliau ada dirumah), tidur


 🇮🇩 Istiqomah, jauhkan rasa malas




Kamis, 02 Maret 2017

Kematian




KEMATIAN !!!



Seperti apa kematian itu???

apa persiapan diriku untuk menghadapi kematian
sedang apa diriku saat kematian tiba
apakah dalam keadaan lalai atau dalam keadaan bertaqwa

apakah banyak yang bersedih atas kematianku
ataukah justru banyak yang merasa senang atas kematianku

seperti apa kereta kencana yang pernah ayah ku lihat yang telah menjemputnya dulu
seperti apa sosok hitam besar juga menakutkan yang ayah  ku lihat yang pernah mendekatinya dulu
seperti apa rasa sakit yang ayah ku rasakan saat sang pencabut nyawa mulai menarik nyawa manusia

aku tak tahu sampai sudah waktunya aku harus merasakannya nanti
 

dan ketika saat kematianku tiba , apakah kematianku menjadi penolongku atas dunia yang penuh fitnah ini ataukah kematianku sebagai hukuman untukku merasakan balasan atas dosa-dosaku..

Ya Allah jagalah aku untuk tetap berada dijalan yang lurus sampai kematianku datang

Jumat, 10 Februari 2017

Assalamu 'alaikum Cinta

Jakarta, 10 Pebruari 2017

Bismillah...

Assalamu 'alaikum dear..
apa kabarku wahai imamku

semoga engkau selalu dalam lindungan Allah
walau aku tahu saat ini engkau sedang diuji oleh penyakitmu..
"Laa ba'sa thohuurun Insya Allah"
Insya Allah semua itu sebagai penggugur dosa.

sayang.. gak kerasa sekarang sudah masuk bulan februari.
you know what? our wedding aniversary day will come in Feb 26th, 2017
even though  as usual you always forget about this 😔😔😔😔😔
so, sepertinya aku gak akan tanyak sama kamu berapa lama kebersamaan kita..

sayang...
kamu inget gak waktu pertama kali kita kamu dateng kerumahku bawa bolen bandung rasa duren itu??
kamu langsung memikat dua hati sekaligus.
kamu telah memikat hatiku dan juga ayahku 😘😘😘😘
kenapa? karna kami ini pecinta duren
meskipun kamu membawanya dalam bentuk kue bolen
yup.. kami tambah jatuh hati kepadamu.. aku.. juga ayahku..

kamu tahu apa buktinya?
saat aku pergi bersamamu dulu aku tak pernah sering-sering ditelpon 
"kamu dimana.." "jangan lama-lama yah cepet pulang"


yes.. mereka mempercayakan kamu seutuhnya.
maka gak heran tak lama kemudian ayah langsung menodong kita "kapan nikah?".
karna ayah sudah yakin laki-laki yang akan menjaga putri satu-satunya.

seperti kamu tahu selera aku dan ayahku adalah sama
kebiasaan yang mirip, sampai tingkah laku yang mirip.
dan satu hal yang kamu kenal jelas kesamaan kita adalah keras kepala..

yaa.. aku sangat keras kepala sekali seperti kamu tahu.
dan kamu pun juga orang yang keras kepala yang selama ini aku kenal.
tapi.... kamu sangat sabar sekali sama aku.
kamu banyak mengalah untukku
bukan hanya saat PMS atau aku lagi hamil kamu mau bersabar.
tapi juga dengan ocehanku selama menjadi pasangan hidupmu yang sering memekakkan telingamu..
aku tahu itu..

mungkin itulah tujuan Allah hadirkan kamu untuk aku..
tapi.. akupun belajar dari itu.
darimu belajar akan arti kesabaran yang tulus
kesabaran tiada batas
sebagaimana Allah bilang bahwa sesungguhnya tiada batas atas kesabaran..

kamu telah banyak bersabar untukku.

ayah memang selalu jitu masalah pilihan untukku
dari kecil ayah paling juara masalah memilihkan sesuatu untukku seperti baju yang cocok untukku.

kamu bukanlah pilihan ayahku.
tapi kamu adalah pilihan Allah untuk aku
dan aku adalah wanita terpilih yang ditunjuk Allah untuk merasakan kehangatan cintamu..

betapa ayahku selalu bangga kepadamu..
meskipun kita tahu itu tak pernah terucap dari bibirnya
karna itu terbukti makin kesini aku makin berproses menjadi wanita dewasa yang bisa belajar membuang ego, dan keras kepala itu
dapat kulihat dari matanya bahwa dia bangga kepadamu karena berhasil mendidikku
kamu dapat merubah anak perempuan satu-satunya menjadi wanita yang menjadi lebih dewasa
semua itu karena kesabaranmu.

terima kasih karena membuat ayahku lega melepas kepergian hidupnya
karena dia tahu kepada siapa dia menitipkan untuk mejaga dan menememani kehidupan putri kesayangannya..

kini dia telah pergi dengan tenang karena tak ada lagi kekawatiran tentang putri kesayangannya.

telah dia titpkan putri kesayangannya kepadamu yang telah banyak merubah sisi kehidupan putri kesayangannya.


Salam sayang untukmu 💕💕💕💕💕💕

Mr. Joenovan. K. Irawan

From you beloved wife
 
Risa Binti Saman






Selasa, 07 Februari 2017

Sudut Imaji

 Hujan



Aku selalu suka hujan..
buatku hujan itu tak pernah bohong. saat hujan turun aku dapat melihat bahwa hujan berusaha mengungkapkan perasaanya kepada bumi. bumi yang penuh kemuakkan, penuh masalah, bumi yang penuh dengan kekecewaan.

Dan hujan mengingatkan akan masa-masa yang lalu. dimana aku selalu menikmati hujan yang turun. saat hujan dimasa laluku, aku habiskan waktu didalam kamarku yang kecil. 

Dimasa laluku aku lebih nyaman berada didalam kamarku, sesaat ku tengok dari jendela teman-temanku yang asyik bermain air tapi rasanya aku terkadang tak tertarik bergabung bersama mereka. didalam kamar saat hujan adalah "me time" untukku. 

Aku bebas melakukan apapun disana, tak ada orang yang menggangu. biasanya ku nyalakan tape recorder dan ku putar lagu-lagu kesayangku dari Sheila On 7, salah satunya adalah "sebuah kisah klask untuk masa depan". sambil ku nikmati lantunan suara dari Duta biasanya aku hadapkan diriku dimeja belajar. ku ambil secarik kertas dan ku tulis tentang sesuatu.

Hujan yang turun ku nikmati bersama lantunan lagu-lagu dari Sheila On 7 adalah waktu terbaikku dimasa lalu untuk menulis puisi. imajinasi pun melayang, dimana aku pernah berharap bisa menuliskan lirik lagu untuk Sheila On 7 kelak suatu saat.

Aku membayangkan lirik lagu tentang hujan. tentang orang-orang yang jatuh cinta dikala hujan. hujan yang penuh kehangatan. 

Dan kini...
aku masih rindu waktu-waktu itu. waktuku bersama hujan.

Senin, 30 Januari 2017

"Challange ODOPfor30days"


Bismillah..

Gak terasa hari ini adalah hari terakhir Challange #ODOPfor30days  di rumah belajar menululis IIP Bogor. apa sih Challange #ODOPfor30days? yaitu tantangan untuk menulis selama 30 hari #onedayonepost. awalnya gak yakin bisa sampe akhir, boleh dikatakan waktu tunjuk tangan sebagai peserta Challange #ODOPfor30day ini agak nekad. kenapa nekad? karena jujur banget melihat kapasitas diri yang masih jauh dari kata bisa. soalnya suka baper lihat tulisan-tulisan teman-teman yang lain yang luar biasa banget kadang bikin baper jadinya.

cuma kembali lagi  rumah belajar menullis IIP Bogor itu adalah wadah untuk kita belajar. aku coba lagi bertanya dengan diri ini "apa sih tujuan berada disana?". karena selama ini hanya menjadi SILENT READER. kalo terus-terusan seperti itu rasanya apa gunanya ada disitu tanpa adanya proses pembelajaran, seperti kutipan Ibu Septi Peni Wulandani sebagai founder dari Institute Ibu Profesional.

 "Indikator orang yang menuntut ilmu dengan benar adalah terjadi perubahan dalam dirinya menuju ke arah yang lebih baik"

 walau setengah gak yakin tapi akhirnya memberanikan diri untuk menjadi peserta Challange #ODOPfor30day. diniatkan sebagai cara praktek yang REAL untuk melatih menulis. diawal-awal  ODOP ini pun udah mulai perjuangan yang luar biasa (lebai dikit ah. xixixixi) seperti jaringan internet yang runyam. waaaw rasanya lumayan bikin diri ini heboh. pertanyaan seperti "aduh gimana nih setor ODOP nya?" bla bla bla.

ketika 1st problem solved, ujian dari tantangan #onedayonepost berlanjut. seperti rasa malas, sampai mood yang berantakan yang akhirnya menyebabkan me-rapel setoran-setoran ODOP sekitar minggu yang pertama. 

tarik nafaaaas...
tenang...

lalu toyor kepala. (hehehehe)

"heloo, wake up!!! apa-apan sih pake nge-rapel tulisan kaya gitu. sebenernya kamu niat gak sih. ini tuh salah, gak boleh kaya gitu"

dan akhirnya aku pun diomelin oleh kata hatiku sendiri.

oke.. mari kita lanjutkan dan memperbaiki kesalahan. dan diminggu berikutnya pun mencoba memperbaiki kesalahan yang lalu dengan mencoba menjaga mood dengan baik, pasang perisai anti "baper" biar kalo lagi sensitif mood tetap terjaga supaya tetep bisa nulis. juga buang jauh-jauh rasa malas yang selalu menghalangi seseorang yang ingin merubah ke arah yang lebih baik. 

akhirnya di minggu kertiga dan diminggu terakhir berusaha istiqomah #onedayonepost 

apa sih yang menarik dari Challange #ODOPfor30days ini? adalah tentang rasa. rasa yang lega ketika sudah mendaratkan setoran harian #onedayonepost

walau banyak berjibaku dengan rapelan setoran, namun ketika mendaratkan tulisan kita rasanya seperti lega yang luar biasa, dan rasanya seperti nyandu.

Terima kasih untuk teman-teman di rumah belajar menululis IIP Bogor yang menjadi penyemangatku untuk terus belajar, yang membuatku merasa bahwa aku tak sendiri.

seperti kutipan mba esme selaku ketua kelas kami :
RUMAH INI RUMAH KITA,
RUMAH TANPA HARTA, TAPI KAYA AKAN KATA
RUMAH YANG TAK SEMPURNA, NAMUN SARAT MAKNA
MARI MASUK, DUDUK, DAN BERKARYA

JAKARTA, 31 JANUARI 2017
 

Apakah aku sanggup hidup sendiri??

Tak terasa 8 tahun berlalu waktu bergulir begitu cepat. Kaysan sudah 8 tahun kini usianya yang aku rawat seorang diri semenjak kepergian suamiku. suamiku meninggalkan kami saat kaysan usia 6 bulan, juga Nurul yang masih 5 tahun dan Maryam yang masih 7 tahun saat itu. saat Tuhan memanggil suami ku 8 tahun lalu, rasanya kiamat menghampiriku. aku merasa hidupku

Bagaimana aku akan melanjutkan hidup tanpa suami, apakah bisa aku membesarkan mereka yang masih sangat kecil, terutama kaysan yang masih bayi. rasanya sungguh tak mudah ditinggal orang yang kita cintai apalagi pasangan hidup. akan seperti apa kelanjutan hidup ini setelah suami tak ada. 

8 tahun berlalu hingga detik ini pun masa sulit masih banyak ku tempuh. sudah pasti aku menjadi ibu sekaligus ayah yang mencarikan nafkah untuk biaya menyekolahkan mereka dan biaya hidup kita. semenjak sepeninggal suami ku pergi aku bekerja sebagai guru TK disalah satu sekolah swasta di jakarta. setiap hari sebelum berangkat ketempatku mengajar aku harus mengantarkan Nurul dan Kaysan kesekolahnya, lalu pergi ketempat ku mengajar. sebelum pulang kerumah aku harus menjemput nurul dan kaysan dan membawanya ketempat aku mengajar sampai selesai jam tugasku mengajar lalu kita pulang bersama. karena jarak tempatku mengajar cukup jauh dari rumah, terkadang kita sampai dirumah menjelang magrib tiba. itu harus ku lakukan tiap hari. untunglah Maryam sudah bisa mandiri mengurus dirinya sendiri yang sekarang menetap di pesantren, yang cukup mengurangi bebanku. 

terkadang ada rasa lelah akan semua yang kujalani ini, rasanya tak sanggup lagi. namun jika aku berhenti lantas bagaimana dengan biaya pendidikan mereka. rasanya tak mungkin meminnta belas kasihan orang untuk membantu membiayai sekolah mereka, dan rasanya aku tak mau. siapa lagi kalau bukan aku. 

*bersambung

Hello 2020

بسم الله الرحمن الرحيم السلام عليكم ورحمة الله وبركاته Rasanya udah lama banget gak ngeblog. Mudah-mudahan tahun 2020 ini bisa lebih...