Bismillah...
Tanggal 23 Januari 2017 adalah hari yang ditungu-tunggu sekali. kuliah perdana kelas
matriulasi IIP dimulai.
Rasanya tuh campur-campur banget. Ya deg-degan, nervous, seneng, takut (takut gak bisa berjalan lancar).
Kemarin pagi
fasilitator MIIP #batch 3 depok memberikan materi pertama yaitu tentang
"ADAB MENUNTUT ILMU". Peserta dan
Fasilitator sepakat diskusi setelah pemberian materi akan dilaksanakan jam 9 malam. Alhamdulillah itu bisa memberikan saya
space waktu untuk saya mengurus urusan diluar rumah kemarin. cuma tetep aja dikepala ini selalu terfikirkan tentang kelas
matrikulasi perdana ini. jadinya diluar saat mengurus ini itu jadinya gak fokus deh. selalau kebayang-bayang "kaya apa sih kelas matrikulasi nanti", "aku bisa gak yah ngerjain
NHW nya" pertanyaam-pertanyaan ini menari-nari dikepala. Sampe-sampe saya khilaf telat makan kemarin tuh. karena terlalu
excited menyambut kelas perdana
matrikulasi IIP #batch 3
Setelah urusan diluar rumah selesai saya kembali kerumah setelah magrib, sesampainya dirumah langsung mengurus urusan domestik (baca masak, bebenah dll). setelah selesai masak saya merasa badan saya lemes banget, tiba-tiba gemetar gak karuan.
Paksu yang panik langsung membawa saya ke dokter. karena jarak dokter jauh dirumah, diperjalanan saya semakin gelisah karena waktu menunkjukkan jam 8 malam. sesampainya didokter saya diperiksa da hasilnya
tensi diangka
95/61. pantesan aja lemes, tensinya rendah banget. tapi untungnya sih gak apa-apa. pulang dari dokter diperjalanan kerumah
Paksu membelikan sate kambing & sop kambing untuk nge-
boost supaya tensinya kembali normal.
Alhamdulillah bisa sampe rumah sebelum jam 9, masih ada waktu 15 menit sebelum kelas diskusi dimulai. saya punya space waktu untuk makan dan minum obat. haaaaah...
hardly can't wait !!!. tepat jam 9 pas diskusi pun dimulai. saya pun menikmati kelas diskusi ini.
Mungkin ada pertanyan apa sih isi diskusinya? apa yang dibahas?
Di awal udah saya kasih tahu kalo materinya tentang
"ADAB MENUNTUT ILMU
Ini materinya
PROLOG 1
KELAS MATRIKULASI BATCH 3
INSTITUT IBU PROFESIONAL
☘☘☘☘
ADAB MENUNTUT ILMU
Senin, 23 Januari 2016
Disusun oleh Tim Matrikulasi- Institut Ibu Profesional
Menuntut ilmu adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk mengubah perilaku dan tingkah laku ke arah yang lebih baik. Karena pada dasarnya ilmu menunjukkan kepada kebenaran dan meninggalkan segala kemaksiatan.
Banyak diantara kita terlalu buru-buru fokus pada suatu ilmu terlebih dahulu, sebelum paham mengenai adab-adab dalam menuntut ilmu. Padahal barang siapa orang yang menimba ilmu karena semata-mata hanya ingin mendapatkan ilmu tersebut, maka ilmu tersebut tidak akan bermanfaat baginya, namun barangsiapa yang menuntut ilmu karena ingin mengamalkan ilmu tersebut, niscaya ilmu yang sedikitpun akan sangat bermanfaat baginya.
Karena ILMU itu adalah prasyarat untuk sebuah AMAL, maka ADAB adalah hal yang paling didahulukan sebelum ILMU
ADAB adalah pembuka pintu ilmu bagi yang ingin mencarinya
Adab menuntut ilmu adalah tata krama (etika) yang dipegang oleh para penuntut ilmu, sehingga terjadi pola harmonis baik secara vertikal, antara dirinya sendiri dengan Sang Maha Pemilik Ilmu, maupun secara horisontal, antara dirinya sendiri dengan para guru yang menyampaikan ilmu, maupun dengan ilmu dan sumber ilmu itu sendiri.
Mengapa para Ibu Profesional di kelas matrikulasi ini perlu memahami Adab menuntut ilmu terlebih dahulu sebelum masuk ke ilmu-ilmu yang lain?
Karena ADAB tidak bisa diajarkan, ADAB hanya bisa ditularkan
Para ibulah nanti yang harus mengamalkan ADAB menuntut ilmu ini dengan baik, sehingga anak-anak yang menjadi amanah para ibu bisa mencontoh ADAB baik dari Ibunya
☘ADAB PADA DIRI SENDIRI
a. Ikhlas dan mau membersihkan jiwa dari hal-hal yang buruk.
Selama batin tidak bersih dari hal-hal buruk, maka ilmu akan terhalang masuk ke dalam hati.Karena ilmu itu bukan rentetan kalimat dan tulisan saja, melainkan ilmu itu adalah “cahaya” yang dimasukkan ke dalam hati.
b. Selalu bergegas, mengutamakan waktu-waktu dalam menuntut ilmu, Hadir paling awal dan duduk paling depan di setiap majelis ilmu baik online maupun offline.
c.Menghindari sikap yang “merasa’ sudah lebih tahu dan lebih paham, ketika suatu ilmu sedang disampaikan.
d.Menuntaskan sebuah ilmu yang sedang dipelajarinya dengan cara mengulang-ulang, membuat catatan penting, menuliskannya kembali dan bersabar sampai semua runtutan ilmu tersebut selesai disampaikan sesuai tahapan yang disepakati bersama.
e. Bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas yang diberikan setelah ilmu disampaikan. Karena sejatinya tugas itu adalah untuk mengikat sebuah ilmu agar mudah untuk diamalkan.
☘ADAB TERHADAP GURU (PENYAMPAI SEBUAH ILMU)
a. Penuntut ilmu harus berusaha mencari ridha gurunya dan dengan sepenuh hati, menaruh rasa hormat kepadanya, disertai mendekatkan diri kepada DIA yang Maha Memiliki Ilmu dalam berkhidmat kepada guru.
b. Hendaknya penuntut ilmu tidak mendahului guru untuk menjelaskan sesuatu atau menjawab pertanyaan, jangan pula membarengi guru dalam berkata, jangan memotong pembicaraan guru dan jangan berbicara dengan orang lain pada saat guru berbicara. Hendaknya penuntut ilmu penuh perhatian terhadap penjelasan guru mengenai suatu hal atau perintah yang diberikan guru. Sehingga guru tidak perlu mengulangi penjelasan untuk kedua kalinya.
c. Penuntut ilmu meminta keridhaan guru, ketika ingin menyebarkan ilmu yang disampaikan baik secara tertulis maupun lisan ke orang lain, dengan cara meminta ijin. Apabila dari awal guru sudah menyampaikan bahwa ilmu tersebut boleh disebarluaskan, maka cantumkan/ sebut nama guru sebagai bentuk penghormatan kita.
☘ADAB TERHADAP SUMBER ILMU
a. Tidak meletakkan sembarangan atau memperlakukan sumber ilmu dalam bentuk buku ketika sedang kita pelajari.
b. Tidak melakukan penggandaan, membeli dan mendistribusikan untuk kepentingan komersiil, sebuah sumber ilmu tanpa ijin dari penulisnya.
c. Tidak mendukung perbuatan para plagiator, produsen barang bajakan, dengan cara tidak membeli barang mereka untuk keperluan menuntut ilmu diri kita dan keluarga.
d. Dalam dunia online, tidak menyebarkan sumber ilmu yang diawali kalimat "copas dari grup sebelah" tanpa mencantumkan sumber ilmunya dari mana.
e. Dalam dunia online, harus menerapkan "sceptical thinking" dalam menerima sebuah informasi. jangan mudah percaya sebelum kita paham sumber ilmunya, meski berita itu baik.
Adab menuntut ilmu ini akan erat berkaitan dengan keberkahan sebuah ilmu, shg mendatangkan manfaat bagi hidup kita dan umat
Referensi :
Turnomo Raharjo,
Literasi Media & Kearifan Lokal: Konsep dan Aplikasi, Jakarta, 2012.
Bukhari Umar, Hadis Tarbawi (pendidikan dalam perspekitf hadis), Jakarta: Amzah,
2014, hlm. 5
Muhammad bin sholeh, Panduan lengkap Menuntut Ilmu, Jakarta, 2015
⭐⭐⭐⭐⭐
Yah... saya terlalu excited untuk menyambut kelas perdana matrikulasi IIP #batch 3 sampe telat makan. jangan dicontoh prilaku mengabaikan diri sendiri. saya sadar sekali bahwa itu adalah salah. tapi kenapa sih sampe segitunya?
Koq kayaknya kelas ini penting banget sih ? kelas
matrikulasi IIP #batch 3 ini salah satu gerakan memperbaiki diri sebagai orang tua, sebagai ibu, sebagai istri. dimana saya sadar banget kalo masih banyak sekali kesalahan dalam mendidik, atau bahkan masih jauh dari kata "istri yang baik" untuk suami.
Disini saya akan belajar membenahi diri untuk menjadi lebih lagi. membuang kesalahan-kesalahan yang ada selama ini. ingin menjadi ibu yang dicintai anak-anak, ingin menjadi istri yang membuat suami merasa beruntung memiliki istri seperti saya.
Terima kasih untuk suami dan anak-anakku tercinta. karena kalianlah penyemangatku untuk berproses lebih baik lagi sebagai ibu dan sebagai istri.
I ❤ YOU
MR. JKI
FIKRI
MIKHAILA