Tak terasa 8 tahun berlalu waktu bergulir begitu cepat. Kaysan sudah 8 tahun kini usianya yang aku rawat seorang diri semenjak kepergian suamiku. suamiku meninggalkan kami saat kaysan usia 6 bulan, juga Nurul yang masih 5 tahun dan Maryam yang masih 7 tahun saat itu. saat Tuhan memanggil suami ku 8 tahun lalu, rasanya kiamat menghampiriku. aku merasa hidupku
Bagaimana aku akan melanjutkan hidup tanpa suami, apakah bisa aku membesarkan mereka yang masih sangat kecil, terutama kaysan yang masih bayi. rasanya sungguh tak mudah ditinggal orang yang kita cintai apalagi pasangan hidup. akan seperti apa kelanjutan hidup ini setelah suami tak ada.
8 tahun berlalu hingga detik ini pun masa sulit masih banyak ku tempuh. sudah pasti aku menjadi ibu sekaligus ayah yang mencarikan nafkah untuk biaya menyekolahkan mereka dan biaya hidup kita. semenjak sepeninggal suami ku pergi aku bekerja sebagai guru TK disalah satu sekolah swasta di jakarta. setiap hari sebelum berangkat ketempatku mengajar aku harus mengantarkan Nurul dan Kaysan kesekolahnya, lalu pergi ketempat ku mengajar. sebelum pulang kerumah aku harus menjemput nurul dan kaysan dan membawanya ketempat aku mengajar sampai selesai jam tugasku mengajar lalu kita pulang bersama. karena jarak tempatku mengajar cukup jauh dari rumah, terkadang kita sampai dirumah menjelang magrib tiba. itu harus ku lakukan tiap hari. untunglah Maryam sudah bisa mandiri mengurus dirinya sendiri yang sekarang menetap di pesantren, yang cukup mengurangi bebanku.
terkadang ada rasa lelah akan semua yang kujalani ini, rasanya tak sanggup lagi. namun jika aku berhenti lantas bagaimana dengan biaya pendidikan mereka. rasanya tak mungkin meminnta belas kasihan orang untuk membantu membiayai sekolah mereka, dan rasanya aku tak mau. siapa lagi kalau bukan aku.
*bersambung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar